Waspada Penipuan Mengatasnamakan Dosen KPI UIN SUNA, Mahasiswa Diimbau Verifikasi Nomor

Lhokseumawe - Mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe (UIN SUNA) diimbau mewaspadai pihak yang mengaku sebagai Riza Mirza, M.Kom., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), sekaligus Sekretaris Prodi KPI.

Nomor telepon 081460858695 dilaporkan menghubungi pihak lain dan meminta pulsa dengan alasan tertentu. Informasi tersebut menjadi peringatan bagi mahasiswa agar memverifikasi identitas pengirim sebelum memenuhi permintaan yang mengatasnamakan dosen.


Penipuan mengatasnamakan dosen KPI, Riza Mirza.

Tangkapan layar aplikasi identifikasi nomor yang diterima menunjukkan nomor tersebut memperoleh nilai 1,4 dan 1,5 dari lima bintang, berdasarkan delapan hingga sembilan ulasan pengguna. Salah satu ulasan menuding pemilik nomor mengaku sebagai dosen dan memperingatkan pengguna agar berhati-hati sebelum melakukan transfer.


Pengguna GetCotact menandai sebagai penipu

Informasi dalam aplikasi tersebut merupakan laporan pengguna dan tidak dengan sendirinya membuktikan identitas pemilik nomor. Meski demikian, mahasiswa diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda yang mencurigakan dan segera melakukan verifikasi melalui saluran resmi kampus.

Sekretaris Prodi KPI FUAD UIN SUNA, Riza Mirza, M.Kom., mengimbau mahasiswa dan seluruh sivitas akademika agar tidak memenuhi permintaan pulsa, transfer uang, atau bantuan finansial lain dari nomor yang belum terverifikasi.

“Jangan langsung percaya kepada pihak yang menghubungi Anda dengan mengatasnamakan dosen, terlebih jika meminta pulsa atau uang dengan alasan tertentu. Silakan konfirmasi melalui kontak resmi dosen yang diperoleh dari staf fakultas atau email resmi kampus dengan domain uinsuna.ac.id,” demikian draf imbauan Riza Mirza.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati terhadap akun dengan foto profil kosong atau akun yang baru dibuat. Nama dan foto profil yang dicantumkan pengirim tidak cukup untuk memastikan identitas seseorang.

Mahasiswa diimbau memeriksa nomor telepon melalui aplikasi identifikasi kontak seperti GetContact dan layanan sejenis. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi informasi awal, sehingga mahasiswa tetap perlu menghubungi dosen bersangkutan melalui nomor resmi untuk memastikan kebenaran permintaan.

Sivitas akademika yang menerima pesan mencurigakan juga diminta tidak mengirimkan uang, pulsa, kode OTP, kata sandi, atau informasi pribadi kepada pihak yang belum terverifikasi.

Share this Post