Sejarah Kampus
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) merupakan fakultas termuda di lingkungan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang terbentuk pada tahun akademik 2002/2003 yang sebelumnya dikenal dengan Jurusan Dakwah. Latar belakang yang melahirkan fakultas ini adalah adanya keinginan calon mahasiswa untuk mempelajari Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Tafsir Hadis (TH). Saat itu animo masyarakat terhadap program studi yang menghasilkan tenaga da’i sangat besar.
Dalam rangka memenuhi aspirasi tersebut, IAIN Lhokseumawe membuka Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah dengan tiga program studi: Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Ilmu Tafsir Hadis (TH) dengan status terdaftar. Minat masyarakat terhadap ketiga prodi ini pun menunjukkan angka yang signifikan.
Cikal bakal berdirinya Jurusan Dakwah dimulai dengan pembukaan kelas jauh di Pondok Pesantren MUDI Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen. Mahasiswa yang mendaftar umumnya para guru pesantren yang ingin mempelajari ilmu dakwah, komunikasi, dan tafsir hadis secara komprehensif. Mereka tidak hanya ingin berdakwah di mimbar, tetapi juga memahami komunikasi, konseling, dan tafsir hadis secara lebih luas.
Meski jarak menjadi tantangan, kegiatan belajar mengajar berjalan lancar. Tenaga pengajar dari kampus induk tetap melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi demi menjaga eksistensi jurusan dakwah di IAIN Lhokseumawe.
Pada masa awal pembukaan kampus induk, jumlah mahasiswa belum signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi dan kurangnya informasi di masyarakat. Banyak yang memahami dakwah sebatas aktivitas mimbar, padahal jurusan ini mengajarkan dakwah bil lisan, bil tulisan, dan bil hal — seluruhnya bagian penting dalam ilmu komunikasi.
Dengan berbagai keterbatasan, civitas akademika tidak berputus asa. Sosialisasi diperkuat, kurikulum dikembangkan, kerja sama diperluas, serta mahasiswa dilatih membangun kemampuan komunikasi yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Pembukaan Program Studi Tafsir Hadis dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat Aceh terhadap penguatan syariat Islam. Dinamika sosial yang berkembang menuntut penafsiran yang kontekstual dan membawa rahmat bagi seluruh alam — sejalan dengan nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Estafet Kepemimpinan
Drs. Zulkifli Ibrahim didampingi Darmadi Sulaiman, S.Sos.I.
Dilanjutkan Ridwan Hasan, Ph.D dengan sekretaris Kamaruzzaman, S.Sos.I.
Dr. Yuliza, M.Si (Dekan)
Muhammad Saleh, MA (Wakil Dekan I)
Oknita, MA (Wakil Dekan II)
Kamaruzzaman, MA (Wakil Dekan III)
Dekan
Irwanto, M.Th
Wakil Dekan I
Nurul Hikmah, M.Pd
Wakil Dekan II
Dr. Rizqi Wahyudi, S.Sos.I, M.Kom.I
Wakil Dekan III