FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Bekali 158 Mahasiswa Lewat Coaching OJT

Lhokseumawe, 19 Agustus 2029 - Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Coaching On the Job Training (OJT) bagi 158 mahasiswa pada 19-20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari sebagai pembekalan sebelum mahasiswa menjalani OJT di berbagai instansi mitra.

Kegiatan hari pertama berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Rabu, 19 Agustus 2026. Agenda pembukaan mencakup laporan ketua pelaksana, sambutan dekan, arahan pimpinan universitas, materi kebijakan akademik dan mutu OJT, pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kerja, serta tata tertib lapangan dan kode etik mitra.

Acara pembukaan berlangsung dengan arahan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si., yang mewakili Rektor.

Dalam pembinaannya, Dr. Darmadi menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan kesungguhan mahasiswa selama menjalani OJT. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, mematuhi ketentuan instansi tempat bertugas, serta menunjukkan sikap profesional dalam setiap pelaksanaan tugas.

“OJT merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di lingkungan kerja. Karena itu, mahasiswa harus hadir dengan disiplin, bertanggung jawab terhadap setiap tugas, menghormati aturan yang berlaku di instansi, serta menjaga nama baik UIN Sultanah Nahrasiyah. Jadikan setiap tugas sebagai kesempatan untuk belajar, beradaptasi, dan menunjukkan kompetensi dengan sikap yang baik,” ujar Dr. Darmadi.

Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Mahdi, M.H., mengingatkan mahasiswa agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas di instansi mitra. Mahasiswa juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda serta menyelesaikan tugas meskipun menghadapi berbagai tantangan.

“Bersungguh-sungguhlah dalam berkontribusi di tempat OJT. Anda akan menghadapi situasi dan lingkungan yang berbeda. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi penting. Selesaikan setiap tugas dengan tanggung jawab meskipun menghadapi berbagai tantangan,” ujar Dr. Mahdi.

Ketua pelaksana, Dr. Rizqi Wahyudi, S.Sos.I., M.Kom.I., mengatakan Coaching OJT tahun 2026 diikuti 158 peserta dengan 15 supervisor yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, dengan berbagai macam talenta berprestasi, berharap memberikan kontribusi terbaik di instansi. Mengindahkan aturan instansi dan memiliki etika yang baik,” ujar Dr. Rizqi.

Ia menyebut mahasiswa peserta OJT ditempatkan pada 34 instansi yang tersebar di Aceh dan Sumatera Utara. Penempatan tersebut mencakup instansi pemerintah, lembaga pendidikan, media, lembaga sosial, lembaga keagamaan, serta sejumlah mitra lainnya. Daftar penugasan dalam nota dinas FUAD juga mencatat penempatan mahasiswa pada sejumlah instansi di Kota Lhokseumawe, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, serta Kota Medan.

Pada hari kedua, Kamis, 20 Agustus 2026, kegiatan berlangsung dalam tiga sesi paralel sesuai program studi. Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam mengikuti materi transformasi jurnalisme online, produksi konten multiplatform, dan strategi kehumasan digital. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam mendapat materi etika konseling profesional terintegrasi dan teknik penanganan kasus di instansi mitra. Sementara mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir mengikuti materi integrasi keilmuan IAT dan aktualisasi nilai Al-Qur'an di lembaga mitra OJT.

OJT mahasiswa FUAD dijadwalkan berlangsung selama 40 hari kerja, terhitung sejak pelepasan pada 26 Agustus hingga 14 Oktober 2026. Selama pelaksanaan, dosen supervisor bertugas melakukan koordinasi penyerahan mahasiswa ke instansi mitra, monitoring berkala, serta bimbingan dan evaluasi penyusunan laporan akhir OJT. (RM)

Share this Post