Mahasiswa IAT UIN SUNA Bawa Kajian Wirid dan Psikologi Islam ke Forum Internasional

Lhokseumawe, 26 Agustus 2026 - Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe tampil dalam The 1st IAINU International Conference (IIC) 2026 di Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Rabu, 26 Agustus 2026.

Keduanya, Amalia Khaira dan Galih Novdiantoro, mempresentasikan hasil kajian masing-masing dalam konferensi yang mengangkat tema “Integrating Islamic Values, Science, Technology and Global Civilization for Sustainable Future”. Konferensi berlangsung secara hybrid dengan menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri.

Amalia Khaira mengangkat paper berjudul “The Concept of La Tahzani in QS. Maryam 24–26: A Tahlili Tafsir Study from the Perspective of Islamic Psychology”. Kajian tersebut membahas konsep la tahzani dalam QS. Maryam ayat 24 sampai 26 melalui perspektif tafsir dan psikologi Islam.

Dalam penelitiannya, Amalia mengkaji ayat secara tahlili dengan merujuk pada Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Fi Zilal al-Qur'an karya Sayyid Qutb, serta Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Kajian tersebut menghubungkan pesan ayat dengan regulasi emosi dalam menghadapi kesedihan dan kecemasan.

Sementara Galih Novdiantoro mempresentasikan paper berjudul “Wirid Within the Arisan Circle: A Living Qur'an Study of Women's Religious Practices in Telaga Meuku Dua Village, Aceh Tamiang”. Penelitian tersebut mengangkat praktik keagamaan perempuan dalam kegiatan arisan di Desa Telaga Meuku Dua, Aceh Tamiang.

Galih meneliti praktik wirid dalam kegiatan arisan sebagai bagian dari Living Qur’an di tengah kehidupan sosial masyarakat. Penelitian tersebut memakai pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara dengan tokoh perempuan setempat, serta dokumentasi kegiatan.

Hasil penelitian Galih menunjukkan rangkaian zikir, surah pendek, selawat, dan doa bersama menjadi rutinitas sebelum kegiatan arisan. Praktik tersebut berkaitan dengan penguatan hubungan kekerabatan, solidaritas sosial, serta penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Tamiang.

Ketua Program Studi IAT UIN Sultanah Nahrasiyah, Zulia Rahmi, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional. Ia menilai forum akademik seperti IIC menjadi bagian dari penguatan akademik mahasiswa sekaligus memperluas wawasan keilmuan ke tingkat internasional.

“Sebagai Ketua Program Studi IAT, saya mengapresiasi semangat dan kerja keras mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih mahasiswa agar mampu menghubungkan nilai-nilai Al-Qur'an dengan isu-isu kontemporer, khususnya dalam bidang sosial maupun psikologi pendidikan,” ujar Zulia Rahmi.

Menurut Zulia, pengalaman tampil dalam forum internasional juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring akademik dan meningkatkan daya saing. Ia berharap mahasiswa IAT terus membawa kajian Al-Qur’an ke dalam pembahasan isu sosial dan keilmuan kontemporer.

“Kami berharap melalui konferensi ini, mahasiswa IAT dapat membangun jejaring akademik, meningkatkan daya saing, dan menjadi duta intelektual muda yang membawa semangat integrasi ilmu dan nilai Islam untuk masa depan yang berkelanjutan,” kata Zulia.

The 1st IAINU International Conference 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari Indonesia dan luar negeri. Konferensi tersebut juga membahas sejumlah tema, mulai dari pendidikan Islam, kecerdasan buatan, ekonomi Islam, hukum Islam, dakwah digital, hingga kajian Al-Qur’an dalam masyarakat global. (RM)

Share this Post